Belajar Collocation Komplit dengan Misalnya-Apa kamu memperhatikan tulisan pada gambar diatas? Yap, di situ tercantum “a richly decorated room”. Kurang lebih, apa yang telah ada di kepalamu saat membacanya?
Dalam tata bahasa Inggris, dikenali yang bernama collocation. Richly decorated, yang memiliki makna dihiasi dengan eksklusif, terbagi dalam kombinasi kata richly + decorated sebagai contoh dari collocation. Sebetulnya apa sih collocation itu? Lantas, bagaimana beberapa contoh yang lain?
Collocation Komplit dengan Misalnya
Pemahaman Collocation
Colocation adalah dua ataupun lebih kata dalam bahasa Inggris yang kerap berada bersandingan. Bisa saja, kamu kerap menemuinya dalam bahasa Inggris, namun kamu tidak mengetahui sesungguhnya itu terhitung collocation. Kombinasi kalimat pada collocation umumnya membuat frasa yang biasa dipakai. Dengan collocation, bahasa Inggrismu jadi kedengaran lebih alami. Misalkan, pemakaian “make a mistake” dalam bahasa Inggris lebih alami dibanding “do a mistake”. Collocation membuat bahasa Inggrismu lebih gampang dipahami, karena gabungan kalimat itu sudah kerap digunakan atau akrab untuk ekspresikan arti atau tujuan tertentu.
Selain itu, belajar collocation mempermudahmu saat membuat kalimat baik saat bicara atau menulis. Daripada belajar bahasa Inggris kata per kata, yang malah akan menempatkanmu dalam kesusahan bila harus membuat kalimat atau paragraf utuh. Masalahnya sering kalimat yang dibikin kata per kata tidak memberi hasil baik, yaitu condong kelihatan atau didengar ganjil.
Ada banyak collocation dalam bahasa Inggris. Contoh di bawah tidak cukup buat mewakilkan semua collocation yang ada. Maka dari itu, bila ingin kuasai collocation, sebaiknya kamu perbanyak rekomendasi bahasa Inggris. Rekomendasi itu bisa kamu dapatkan dari buku, film, musik, dan lain-lain.
Ada beberapa macam collocation disaksikan dari gabungan noun (kata benda), verb (kata kerja), adjective (kata karakter), adverb (kata keterangan), dan preposition (preposisi) yang membuatnya, beberapa salah satunya:
– Noun + noun: cup of tea
Contoh: Can I have a cup of tea? (Dapatkah saya meminta satu cangkir teh ?)
– Noun + verb: sun rises
Contoh: The sun rises in the east. (Matahari keluar dari timur.)
– Verb + noun: do the dishes
Contoh: I do the dishes every morning. (Saya membersihkan piring tiap pagi.)
– Verb + adverb: speak loudly
Contoh: You need to speak loudly to stop the riot. (Kamu harus bernada dengan keras untuk hentikan kekacauan.)
– Verb + preposition: depend on
Contoh: Jill always depends on her parents. (Jill selalu bergantung ke orang tuanya.)
– Adjective + noun: bad luck
Contoh: Lidya had bad luck yesterday. (Lidya alami kemalangan tempo hari.)
– Adjective + preposition: afraid of
Contoh: My little brother is afraid of cats. (Adikku (lelaki) takut pada kucing.)
– Adverb + adjective: incredibly smart
Contoh: She is incredibly smart. (Ia (wanita) benar-benar pandai.)
Kamu bisa juga pelajari beragam collocation yang dibuat dari 1 kata tertentu, misalnya:
– Ask: ask permission, ask for advice, ask a question, dan sebagainya.
– Take: take a break, take an exam, take time, dan sebagainya.
– Make: make an appointment, make a noise, make money, dan sebagainya.
– Do: do the homework, do your best, do your hair, dan sebagainya.
– Have: have a drink, have a good time, have a haircut, dan sebagainya.
– Keep: keep in touch, keep quiet, keep a secret, dan sebagainya.
– Time: leisure time, free time, spend time, dan sebagainya
Nach, itulah keterangan mengenai collocation dan misalnya! Menarik kan?
Yok, rasakan pengalaman hebat yang lain dalam belajar bahasa Inggris di MM! Kami memiliki guru yang profesional dan sistem yang unik, loh. Ke-2 nya sebagai gabungan yang pas untuk menolong kekuatan bahasa Inggrismu bertambah dengan cepat!
Kosakata Tentang Warna dalam Bahasa Inggris – Warna dalam bahasa Inggris diucap color ataupun colour. Di dunia ini ada banyak warna. Warna standar yang Kamu ketahui semacam biru, merah, kuning, serta hijau.
Buat warna yang lain bisa dikenal pada modul ini. Menekuni serta mengenali bermacam berbagai warna pula adalah salah satu dini pendidikan bahasa Inggris kanak- kanak buat bisa memahami benda- benda sekitarnya yang bercorak. Dengan mengenali warna, mereka bisa memahami bermacam wujud barang dengan warna dasarnya.
Berikut motif yang terdapat dalam bahasa Inggris antara lain:
Kata Ganti Kepunyaan Saat belajar bahasa Inggris, beberapa hal yang perlu didalami, satu diantaranya ialah berkenaan pronoun. Pronoun sebagai kata tukar yang dipakai untuk gantikan noun atau kata benda, hingga bisa menghindar dari ada perulangan kata yang membuat suatu kalimat tidak efektif.
Pronoun sendiri terdiri dari beberapa macam, satu diantaranya yang kerap dialami ialah berkenaan possessive pronoun atau kata tukar pemilikan. Sesuai makna dari namanya, tipe pronoun ini dipakai untuk memperlihatkan ada satu pemilikan atau ownership atas suatu hal.sebuah hal. Kenapa pronoun ini pantas untuk didalami?
Pada Bahasa Indonesia, Anda tidak susah untuk tentukan kata tukar pemilikan karena Bahasa Indonesia cuma menambah kata “punya” atau “punyai”. Sebagai contoh : “buku itu punyai saya/ buku itu punya saya”, “rumah itu punya saya”, “sepeda motor itu punyai Rina”. Tetapi pada Bahasa Inggris, ada banyak jenis kepemilikan.
Kata Ganti Kepunyaan
Gampangnya, possessive pronoun dipakai untuk gantikan noun, dan possessive adjective dipakai atau ditaruh di saat sebelum noun untuk memakainya. Agar semakin pahami, silahkan kita saksikan pembahasan berikut ini:
Dalam suatu kalimat, possessive pronoun bisa berperanan sebagai subject, subject complement, atau direct objek.Ada dua jenis wujud pemilikan, yaitu possessive pronoun dan possessive adjective, ke-2 tipe possessive pronoun ini lebih banyak yang menduga sebagai wujud pronoun yang serupa, walau sebenarnya ke-2 nya masih mempunyai ketidaksamaan.
Peranan Possessive Pronoun
Possessive pronoun berperan sebagai kata tukar pemilikan dengan status sebagai kata benda.
Lihat contoh berikut :
Mine : This motorcycle is mine: (Motor ini punyaku)
Yours (tunggal) : That house is yours now (Rumah itu punyamu sekarang)
Hers (punya ia wanita) : This expensive lipstick is hers (Lipstick mahal ini punyanya)
His (punya ia lelaki) : The room in that corner is his (Ruang di sudut itu punyanya)
Ours : The cute cat is ours (Kucing manis itu punya kami)
Yours (jamak) : Those friends are yours (Rekan-rekan itu adalah teman-temanmu)
Theirs : These balls are theirs (Bola-bola ini adalah punya mereka)
Di atas, sebagai beberapa bentuk dari possessive pronoun dan contoh dalam kalimat.
Peranan Possessive Adjective
Belajar bahasa Inggris di saat ini tidak cuma dari tatap muka muka ke muka, tetapi kita bisa juga belajar bahasa Inggris online lewat program atau basis tertentu, terhitung pelajari berkenaan pronoun. Selainnya possessive pronoun, ada possessive adjective. Possessive adjective berperan sebagai kata tukar pemilikan dengan status sebagai kata karakter (adjective) yang menjelaskan kata benda (noun). Kata karakter punya ini ditaruh saat sebelum kata benda.
My : This is my motorcycle (Ini adalah motor saya)
Your (singular) :Your watch looks nice (Arloji mu kelihatan bagus)
Her (punya ia wanita) : Her lipstick is expensive (lipstick ia mahal)
His (punya ia lelaki) : His room is in that corner (ruang ia ada di ujung)
Our : Our father is a nice man (ayah kamu ialah orang yang baik)
Their : Their face looks like a film star (Muka mereka seperti terlihat bintang film)
It’s : The dog loves its food (Anjing itu menyenangkan makanannya)
Agar semakin terang dalam memperbandingkan possessive pronoun dan possessive adjective, lihat contoh kalimat berikut:
Possessive pronoun: Mine has broken. (Punyai saya telah rusak
Possessive adjective : My phone has broken. (Telephone saya telah rusak)
Possessive pronoun : I like yours better. (Saya lebih menyenangi punyamu)
Possessive adjective = I like your denim jacket better. (Saya lebih menyenangi jaket denim mu)
Tersebut ia beberapa contoh kalimat yang dapat Anda dalami untuk ketahui apa itu possessive pronoun dan apa itu possessive adjective. Dengan memperbandingkannya memakai satu kalimat yang serupa, Anda akan secara mudah mendapati ketidaksamaan dari ke-2 wujud tipe kata tukar pemilikan itu.
Selainnya ke-2 tipe di atas, possessive nouns atau kata tukar pemilikan dapat dibuat dengan pertanda apostrof (‘) dan ditambahkan huruf S, contoh:
Jane’s book
Ryan’s car
Father’s motorcycle
Tersebut ia pembahasan berkenaan kata tukar pemilikan yang dapat dipakai dengan bahasa Inggris. Kemungkinan kelihatan bikin pusing pada awal, tetapi bila Anda lihat lebih detil, sebenarnya pelajari beberapa materi dalam pelatihan bahasa Inggris tidak susah untuk dilaksanakan.
Supaya cepat kuasai materi yang diberi bila Anda belajar bahasa Inggris sendiri. Anda dapat berusaha untuk menulis contoh sebanyaknya. Dengan demikian Anda akan terlatih untuk membuat kalimat ini sendirinya.
Ketidaksamaan Sick, Ill, Pain, Hurt, dan Ache dalam Bahasa Inggris-Sama seperti dalam bahasa Indonesia, ada beberapa kata dengan bahasa Inggris yang bisa digunakan untuk mendeskripsikan hati yang sama. Salah satunya misalnya adalah kosakata “sick”, “pain”, “hurt”, dan “ache”. Ke-5 kosakata itu umumnya digunakan untuk menerangkan rasa sakit. Namun, sakit yang dirasa tidak sama, hingga masing-masing kata itu digunakan pada kerangka yang lain. Nach, berikut adalah keterangan komplit berkenaan arti, ketidaksamaan, sampai contoh kalimat yang akurat.
Ketidaksamaan Sick, Ill, Pain, Hurt, dan Ache dalam Bahasa Inggris
Sick
Sick ialah kosakata dengan bahasa Inggris yang intinya berperan sebagai kata karakter atau adjektiva. Ini maknanya, kata “sick” umumnya digunakan untuk memberikan karakter pada suatu subyek atau kata benda. Sick memiliki makna “sakit” atau kondisi saat seseorang tidak sedang sehat. Tetapi, kata ini kerap kali digunakan untuk menerangkan kondisi sakit yang enteng atau tidak begitu kronis.
Sebagai contoh, kamu semakin lebih pas memakai kata “sick” saat alami sakit enteng seperti flu, kecapekan, demam, batuk, pusing kepala, dan lain-lain. Namun, kata “sick” condong tidak sesuai dengan bila digunakan untuk mendeskripsikan kondisi sakit seperti alami penyakit jantung, kanker, dan penyakit berat yang lain.
Berikut beberapa contoh pemakaian kata “sick” pada rangka yang pas:
“I have been sick since last Sunday.”
“His mother was sick yesterday and he had to take care of her, so he could not make it.”
Ill
Karena itu dari kata “Ill” “sakit”, tapi kata ini sedikit berlainan dengan makna dari kata “sick”. Bila kata “sick” digunakan untuk mendeskripsikan kondisi sakit yang enteng atau tidak begitu kronis, kata “ill” malah kebalikannya. Kata yang termasuk sebagai kata karakter atau adjective ini digunakan untuk mendeskripsikan satu kondisi sakit yang termasuk kronis. Secara umum, kata ini digunakan untuk mendeskripsikan kondisi seorang yang menderita penyakit berat, seperti penyakit kanker, penyakit jantung, dan beragam penyakit berat yang lain. Tidak cuma mendeskripsikan kondisi sakit secara fisik, kata “ill” bisa juga mendeskripsikan permasalahan kesehatan yang cukup kronis secara psikis.
Berikut ialah beberapa contoh kalimat pemakaian kata “will” yang pas:
Bila “sick” dan “ill” ialah dua kosakata dengan bahasa Inggris yang menerangkan kondisi seorang yang sakit atau kurang sehat, pain bermakna yang lain. Kata pain termasuk sebagai noun atau kata benda yang memiliki arti “rasa sakit”. Ini maknanya, kata “pain” bukan menerangkan satu kondisi tetapi hati atau suatu hal yang dirasa oleh seorang.
Sakit yang dirasa saat seorang mendeskripsikan dianya mengalami “pain” tidak selamanya hati yang dirasakan karena penyakit atau kurang sehat. Ini bisa juga mengarah pada rasa sakit karena sedang cedera, baik secara fisik atau secara batin. Oleh karenanya, ketika orang sedang putus semangat, dia bisa jadi mendeskripsikan rasa sakit yang dialami sebagai “pain”.
Berikut ialah beberapa contoh kalimat yang memakai kata “pain” secara tepat:
“I screamed in pain when I fell from the tree.”
“My father is suffering from back pain.”
Hurt
Sedikit berlainan dengan ke-3 kosakata awalnya, kata “hurt” ialah kata kerja atau verb yang memiliki arti “memunculkan rasa sakit secara fisik baik ke diri kita atau seseorang.” Ini maknanya, “hurt” memiliki makna, “sakiti”. Kamu dapat memakai kata ini dalam kalimat bila sedang ingin menjelaskan jika kamu sudah sakiti seorang atau sebaliknya.
Walau intinya memvisualisasikan tindakan sakiti secara fisik, kata “hurt” bisa juga kamu pakai bila seorang sudah menyakiti secara batin. Berikut ialah beberapa contoh pemakaian “hurt” yang pas dalam kalimat.
Berlainan kembali dengan lainnya, “ache” ialah kata kerja atau verb yang memiliki makna, “rasakan rasa sakit yang terus-menerus walau tidak kronis.” Umumnya, “ache” terkait dengan rasa sakit dalam tubuh atau fisik. Namun, sering juga orang memakai kata kerja ini untuk memvisualisasikan rasa sakit yang terjadi pada hati kamu. Nach, berikut ialah beberapa contoh kalimat pemakaian kata ache yang pas:
“My body’s aching all over.”
“It makes my heart ache to see her suffer.”
Dari keterangan di atas, sekarang kamu telah lebih pahami, kan, ketidaksamaan dari ke-5 kosakata di atas? Dalami selanjutnya supaya pengetahuan kamu makin dalam.
Dalam belajar bahasa Inggris, kemampuan menulis merupakan aspek penting yang harus Anda kuasai. Selain menulis, aspek lain seperti membaca, mendengarkan dan berbicara juga menjadi aspek penting yang harus bisa kamu kuasai di dalam bahasa Inggris.
Saat menulis sebuah teks dalam bahasa Inggris ataupun membaca teks bahasa Inggris, Anda pasti sering menemukan kalimat yang memiliki atau mengandung kata because dan because of. Kedua kata ini digunakan untuk menjelaskan sebuah alasan di dalam teks bahasa Inggris. Namun, terkadang masih banyak orang yang merasa bingung kapan harus menggunakan because dan kapan harus menggunakan because of.
Untuk membantu membedakan penggunaan dua kata tersebut, artikel ini akan membahas mengenai perbedaan penggunaan kata because dan because of. Sebetulnya, untuk membedakan penggunaan kata because dan because of dalam bahasa Inggris bisa dibilang cukup mudah.
Untuk tahu kapan Anda harus menggunakan because atau because of, Anda bisa melihat dari penggunaan kata atau kalimat alasan setelah dua kata tersebut. Jika Anda hanya menulis sebuah pernyataan alasan dalam bentuk noun atau noun phrase saja, maka Anda harus menggunakan because of sebelum kata noun atau noun phrase tersebut. Sedangkan jika Anda menulis pernyataan alasan dalam bentuk kalimat yang memiliki subjek dan verb atau predicate, maka Anda bisa menggunakan because sebelum menulis kalimat tersebut.
#Belajar Penggunaan Because dan Because of
Because of
Because of adalah preposisi kata atau two-word conjunction, digunakan sebelum kata benda atau kata ganti. Because of memiliki makna by reason of, yang kemudia dalam penulisannya diikuti dengan object yang berupa noun atau phrase, pronoun, atau verb-ing.
“Because of” formula : . . . because of + noun (phrase) / pronoun / verb-ing
Untuk memperjelas, mari kita lihat contoh kalimat dengan kata because of dibawah ini:
Because of + noun phrase
We were bored because of the speech. – Kami merasa bosan karena pidatonya.
John was worried because of the rain. – John merasa khawatir karena hujan.
The sea water level increased as the heavy rain poured since last night and also, because of the climate change. – Tingkat air laut meningkat ketika hujan lebat turun semalam dan juga, karena perubahan iklim.
He looks terrible and tired since he’s up all night because of the test. – Dia terlihat kelelahan karena dia begadang semalaman karena ujian.
Because of + pronoun
Why are you upset? Don’t you see? We are all here doing this because of you.
It’s all because of me, he lost everything.
We should reflect on what we did all this time. I think he dropped out because of us.
Because of + verb-ing
Because of feeling happy, Edward sings loudly. – Karena merasa senang, Edward bernyanyi dengan keras.
Because of feeling sick, Tiara didn’t come to school today. – Karena merasa sakit, Tiara tidak datang ke sekolah hari ini.
Because merupakan subordinate conjunction atau adalah sebuah kata penghubung, yang digunakan pada awal clause atau klausa, sebelum subjek dan kata kerja. Untuk aturan menggunakan because+clause harus diikuti atau di lengkapi dengan adanya main clause karena kata tersebut (because + clause) tidak dapat berdiri sendiri.
“Because” formula : because + Subject + Verb / clause + main clause | main clause + because + clause / subject + verb
Untuk lebih mengerti
We were bored because the speech is too long. – Kami merasa bosan karena pidatonya terlalu panjang.
I’m not happy because the film is not so good. – Saya tidak merasa senang karena film ini tidak terlalu bagus.
He decided to stay at office because the weather was bad. – Dia memutuskan untuk diam di kantor karena cuacanya sangat buruk.
Because the weather was bad, he decided to stay at office. – Karena cuacanya sangat buruk, dia memutuskan untuk diam di kantor.
Sinta makes a cake because her mother wants it. – Sinta membuat kue karena ibunya meninginkan kue.
Because her mother wants it, Sinta makes a cake. – Karena ibunya menginginkan kue, maka Sinta membuat kue.
The girl is a smart girl because she is not lazy to study. – Perempuan ini adalah perempuan yang pintar karea dia tidak malas untuk belajar.
Diatas sudah dijelaskan lengkap dengan contohnya mengenai penggunaan because dan because of. Agar Anda lebih mudah mengerti, Anda bisa mencoba menjawab beberapa pertanyaan latihan soal di bawah ini mengenai because dan because of untuk berlatih.
Neither … nor adalah paired conjunction atau correlative conjunction, yaitu kata hubung yang selalu berpasangan dalam bahasa Inggris. Neither berpasangan dengan nor, dan ini tidak bisa dipisahkan.
Verb yang mengikuti di kedua paired conjunction ini ditentukan oleh subject kalimat setelah or atau nor. Bila subject-nya sifatnya singular, maka verb-nya sifatnya singular, dan begitu pula sebaliknya.
Neither my sister nor the twins are using the laptop right now.
Perhatikan juga bahwa arti dari kalimat ini. “Baik adik perempuanku atau si kembar tidak sedang menggunakan laptop saat ini.”
#Belajar Penggunaan Neither Nor dalam Bahasa Inggris
Perhatikan bahwa pada subject pertama (my sister) adalah singular noun dan subject kedua (the twins) adalah plural noun, namun karena yang perlu diperhatikan adalah subject kedua maka harus diikuti dengan verb yang plural (are using).
Perhatikan juga bahwa arti dari kalimat ini. “Baik si kembar ataupun Kate tidak menyapu lantai hari ini.”Perhatikan bahwa pada subject pertama (the twins) adalah plural noun dan subject kedua (Kate) adalah singular noun, namun karena yang perlu diperhatikan adalah subject kedua maka harus diikuti dengan verb yang singular (sweeps).
Contoh kalimat lainnya:
– Neither you nor I have washed the dishes today.
Baik kamu maupun aku belum mencuci piring hari ini.
– Neither you nor your sister made my coffee this morning.
Baik kamu maupun adik kamu tidak membuat kopi saya pagi ini.
Sebagai pengguna bahasa Inggris, kamu tentu mengenal kata “trip”, “travel”, “tour” dan “journey”. Bahkan, kamu mungkin pernah menggunakannya saat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, baik dengan berbicara, maupun menulis. Biasanya, keempat kata tersebut digunakan untuk menjelaskan bahwa kamu sedang liburan. Lalu, bagaimana cara membedakan waktu penggunaannya? Nah, berikut ini adalah penjelasan lengkap dari masing-masing kata dan contoh penggunaannya yang tepat:
Perbedaan “Trip”, “Travel”, “Tour”, dan “Journey” dalam Bahasa Inggris
Trip
Secara harfiah, kata “trip” artinya adalah sebuah perjalanan, biasanya bolak-balik ke suatu tempat. Meski bisa digunakan untuk perjalanan jauh, kata “trip” akan lebih sesuai digunakan untuk perjalanan singkat yang sengaja dilakukan untuk kesenangan atau menyenangkan diri sendiri. Dalam bahasa Inggris, kamu bisa menggunakan kata “trip” yang berupa kata benda atau noun untuk menceritakan perjalanan kerja (business trip), liburan singkat (short trip), atau liburan sekolah (school trip). Agar lebih jelas bagaimana menggunakan kata “trip” dengan tepat, berikut adalah beberapa contoh kalimat yang bisa kamu pelajari:
We had a short trip to Bandung last week. (Kami melakukan perjalanan singkat ke Bandung minggu lalu.)
He’s gone to Paris for a business trip. (Dia pergi ke Paris untuk melakukan sebuah perjalanan bisnis.)
He went with me to my overseas trip last year. (Dia ikut bersamaku melakukan perjalanan ke luar negeri tahun lalu.)
She’s planning a trip to Singapore. (Dia merencanakan sebuah perjalanan ke Singapura.)
Travel
Kata “travel” dalam bahasa Inggris biasanya bisa diartikan sebagai “bepergian”. Itu sebabnya, saat kamu jalan-jalan ke berbagai tempat dalam jarak yang cukup jauh, kamu bisa disebut sedang travelling. Kata ini sebenarnya tidak berbeda jauh maknanya dengan kata “trip”. Akan tetapi, jika “trip” adalah kata benda atau noun, kata “travel” termasuk sebagai kata kerja atau verb. Dalam bahasa Inggris, kamu bisa menggunakan kata “travel” untuk menunjukkan aksi atau kegiatan yang dilakukan dan berkaitan dengan bepergian. Jika kegiatan tersebut sedang berlangsung saat kamu mengatakannya, kamu bisa menggunakan kata “travelling” sebagai present participle dari kata “travel”.
Untuk lebih memahami penggunaan kata ini dengan tepat, simak beberapa contoh kalimat berikut ini.
I traveled abroad a lot last year. (Aku sering bepergian ke luar negeri tahun lalu.)
We love to travel by train. (Kami suka bepergian menggunakan kereta api.)
My parents enjoy travelling around Asia continent. (Orangtua saya sangat menikmati bepergian keliling benua Asia.)
Tour
Sama halnya dengan kata trip, kata tour juga termasuk sebagai kata benda atau noun. Kata yang satu ini memiliki makna “perjalanan yang dilakukan ke beberapa tempat, bisa daerah, kota, hingga negara”. Hal ini bisa digunakan untuk mendeskripsikan sebuah perjalanan yang menyenangkan dan dilakukan secara berkelanjutan ke beberapa tempat. Meski demikian, kata ini sebenarnya juga bisa difungsikan sebagai verb layaknya “travel”. Biasanya, jika digunakan sebagai kata kerja, tour bermakna aktivitas bepergian yang dilakukan ke beberapa tempat secara berkelanjutan.
Berikut adalah contoh penggunaan kata “tour” sebagai noun dan kata “tour” sebagai verb dalam kalimat Bahasa Inggris yang tepat.
Kata “tour” sebagai noun
They embarked on a tour around the country. (Mereka melakukan perjalanan keliling negara ini.)
When I was in Europe, I rode a bus tour. (Saat aku berada di Eropa, aku naik tur bus.)
Kata “tour” sebagai verb
She’s currently touring with her theatre club. (Dia saat ini sedang berkeliling dengan klub teaternya.)
He’s toured the country promoting his new album. (Dia bepergian keliling negara ini untuk mempromosikan album barunya.)
Journey
Sedikit berbeda dengan ketiga kata lainnya, journey yang tergolong sebagai kata benda atau noun ini memiliki makna “sebuah perjalanan panjang yang jauh dan memakan waktu lama.” Biasanya, kata journey juga bisa digunakan untuk mengatakan “perjalanan hidup” dalam bahasa Inggris.
Jika kamu ingin menggunakan kata journey saat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, pastikan kamu sudah menggunakannya secara tepat. Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata “journey” sesuai konteks.
Panduan Kuasai 16 Tenses Bahasa Inggris-Apa kamu pernah merasa kebingungan saat belajar Grammar / Tata Bahasa Bahasa Inggris (English Grammar), khususnya dengan Tenses Bahasa Inggris (English Tenses)? Tenses sendiri adalah sebuah ide yang menjelaskan waktu peristiwa dari sebuah pengakuan.
Ada 16 Tenses khusus yang dapat kamu dalami.Berikut ringkasan dari ke-16 Tenses Bahasa Inggris dan panduan belajar bahasa Inggris untuk menguasainya, dan contoh latihan yang dapat kamu lakukan.
Panduan Kuasai 16 Tenses Bahasa Inggris
Sederhana Present Tense
Sederhana present tense ialah wujud tense yang umum dipakai. Wujud ini umumnya dipakai untuk memberikan bukti, rutinitas, dan peristiwa yang terjadi pada sekarang ini.
Present continuous tense umumnya dipakai untuk mengulas tindakan yang berjalan saat perbincangan sedang berjalan atau juga bisa dipakai untuk gagasan di masa datang.
Rumus
Subject + am/is/are + Verb -ing (continuous form)
Kata Sinyal
at the event, just now, now, right now, Listen!, Look!
Kalimat Positif
Look! He is talking with his classmates.
Kalimat Negatif
He is not playing komputer games now.
Kalimat Tanya
Is he playing komputer game at the event?
Yes, he is. / No, he is not.
Contoh masalah Present Continuous Tense:
Positive: Mom is chopping vegetables in the kitchen.
Interrogative:
Which one is the correct answer?
Is Mom chopping vegetables in the kitchen?
Are Mom chopping vegetables in the kitchen?
Negative: I’m not angry with him.
Interrogative: Which one is the correct answer?
Am I angry with him?
Are you angry with him?
Present Perfect Tense
Present perfect tense mengutamakan di hasil. Tense ini memperlihatkan tindakan yang masih berjalan atau barusan usai.
Rumus
Subject + has/have+ Verb III (past participle form)
Kata Sinyal
already, ever, just, never, not yet, so far, till now, up to now
Kalimat Positif
He has already finished his homework.
Kalimat Negatif
He has not been to Australia so far.
Kalimat Tanya
Has he completed the arrangement for the coming moment up to now?
Yes, he has. / No, he has not.
Contoh masalah Present Perfect Tense:
Positive: I have worked on this task for the last 3 hours.
Interrogative: Which one is the correct answer?
Have you been working on this task for the last 3 hours?
Are you working on this task for the last 3 hours?
Have you been working on this task for the last 3 hours?
Have you worked on this task for the last 3 hours?
Negative: She hasn’t visited her mother this month.
Interrogative: Which one is the correct answer?
Does she visit her mother this month?
Has she visited her mother this month?
Present Perfect Continuous Tense
Present perfect continuous tense dipakai untuk menyatakan tindakan yang sudah usai di suatu titik di masa lalu atau tindakan sudah diawali di periode lalu dan jadi berlanjut sampai sekarang ini. Umumnya tindakan itu ada waktu durasi tertentu dan ada kaitannya dengan keadaan sekarang ini.
Rumus
Subject + HAS/HAVE + BEEN + Verb -ing (continuous form)
Kata Sinyal
for the past 5 years, how long …?, the whole week, since xxxx
Kalimat Positif
He has been working here since 1996.
Kalimat Negatif
He has not been speaking for the last 3 hours.
Kalimat Tanya
Has he been playing the computer games all day?
Yes, he has. / No, he has not.
Contoh masalah Present Perfect Continuous Tense:
Interrogative: Have you been doing the same business for 3 years?
Positive: Which one is the correct answer?
I have been doing the same business for 3 years.
I had been doing the same business for 3 years.
Negative: She has been asking the same questions since 10 minutes ago.
Interrogative: Which one is the correct answer?
Has she been asking the same questions since 10 minutes ago?
Does she have asked the same questions since 10 minutes ago?
Sederhana Past Tense
Sederhana past tense dipakai untuk mengutarakan satu peristiwa yang terjadi di periode lalu.
Rumus
Subject + Verb II (past form)
Kata Sinyal
yesterday, 2 minutes ago, in 1996, last Thursday, this morning
Past continuous tense dipakai untuk mengutarakan jika satu tindakan sedang terjadi di saat tertentu di periode lalu. Umumnya ada dua peristiwa di periode lalu dan satu peristiwa menginterupsi peristiwa lainnya. Peristiwa yang diinterupsi itu yang memakai past continuous tense.
Rumus
Subject + WAS/WERE + Verb -ing (continuous form)
Kata Sinyal
when, while, as long as, at this time yesterday
Kalimat Positif
He was speaking when I entered in room.
Kalimat Negatif
He was not doing his homework at this time yesterday.
Kalimat Tanya
Was he writing the letter to his parents when I was out last Tuesday?
Yes, he was. / No, he was not.
Contoh masalah Past Continuous Tense:
Interrogative: Was I listening to the music when Mom came to my room?
Negative: Which one is the correct answer?
I wasn’t listening to the music when Mom came to my room.
I didn’t listening to the music when Mom comes to my room.
Positive: You were playing football at 5 PM the day before.
Interrogative: Which one is the correct answer?
Were you playing football at 5 PM the day before?
Were you playing football at 5 PM the day before?
Past Perfect Tense
Past perfect tense dipakai untuk memperlihatkan sebuah peristiwa yang terjadi sebelum waktunya tertentu di periode lalu serta lebih mengutamakan pada bukti dibanding durasi waktu.
Rumus
Subject + HAD + Verb III (past participle form)
Kata Sinyal
before yesterday, till three days ago, already, until that day
Kalimat Positif
He had finished his designs before he went to work yesterday.
Kalimat Negatif
He had not been a high school student until last year.
Kalimat Tanya
Had he entered the company before he achieved his master degree in 1990?
Yes, he had. / No, he had not.
Contoh masalah Past Perfect Tense:
Positive: We had worked together before one of us got married.
Interrogative: Which one is the correct answer?
Had we worked together before one of us got married?
Had we worked together before one of us got married
Negative: I hadn’t finished the homework when you called me the night before.
Positive: Which one is the correct answer?
I had finished the homework when you called me the night before.
I had finished the homework when you called me the night before.
Past Perfect Continuous Tense
Past perfect continuous tense nyaris sama dengan past perfect tense. Dipakai untuk mengutarakan satu tindakan yang terjadi di periode lalu dan sudah usai di suatu titik waktu tertentu di periode lalu, tetapi tense ini mengutamakan pada durasi waktu peristiwanya.
Rumus
Subject + HAD + BEEN + Verb -ing (continuous form)
Kata Sinyal
for, since, the whole day, all day
Kalimat Positif
He said that he had been working here for ten years.
Kalimat Negatif
He was told that his teacher had been waiting for him since 2 p.m yesterday.
Kalimat Tanya
Had he been speaking for the whole class before I entered?
Yes, he had. / No, he had not.
Contoh masalah Past Perfect Continuous Tense:
Positive: My friend said he had been exploring the country in his twenties.
Interrogative: Which one is the correct answer?
Did your friend explore the country in his twenties?
Had he explored the country in his twenties?
Negative: My coworker was told that he hadn’t been doing a great job.
Interrogative: Which one is the correct answer?
Did you do a great job?
Had he been doing a great job?
Sederhana Future Tense
Sederhana Future tense memberikan indikasi satu tindakan di periode mendatang dan tidak bisa dikuasai. Dapat dipakai untuk pembuatan keputusan di masa datang yang spontan atau anggapan yang terkait dengan periode mendatang. “Will” dan “be going to” sebagai 2 tanda umum pada tenses ini.
Rumus
Subject + “WILL/ BE GOING TO” + Verb (present form)
Kata Sinyal
in a year, next …, tomorrow, next week, five days later
Kalimat Positif
He is going to be a journalist after he graduates next year.
Kalimat Negatif
He will not play computer games anymore because he understands how harmful they are.
Kalimat Tanya
Will he go to the cinema tomorrow with us?
Yes, he will. / No, he will not.
Future Continuous Tense
Future continuous tense memperlihatkan tindakan yang terjadi di saat tertentu di periode mendatang dan tindakan yang jelas bisa terjadi dalam kurun waktu dekat.
He will be delivering the speech to undergraduates at 3 p.m tomorrow afternoon.
Kalimat Negatif
He will not be doing the task in the office this afternoon because he is sick.
Kalimat Tanya
Will he be playing football next morning in the playground?
Yes, he will./ No, he will not.
Future Perfect Tense
Future perfect tense mengutamakan pada tindakan yang usai sudah di saat tertentu di periode mendatang.
Rumus
Subject + “WILL HAVE” + Verb III (past participle form)
Kata Sinyal
by next Monday, in a week
Kalimat Positif
He will have finished the task by next Monday.
Kalimat Negatif
He will not have finished the given task by tomorrow evening.
Kalimat Tanya
Will he have finished the task in a week?
Yes, he will./ No, he will not.
Future Perfect Continuous Tense
Hampir serupa dengan semua tipe perfect continuous tense, future perfect continuous tense sebagai rangkaian tindakan yang terjadi sebelum waktunya tertentu di periode mendatang.
Rumus
Subject + “WILL HAVE BEEN” + Verb-ing (continuous form)
Kata Sinyal
for the last couple of hours, all day long
Kalimat Positif
He will have been taking charge of the time for the next hour.
Kalimat Negatif
He will not have been doing the task for the last couple of hours.
Have Been, Has Been, dan Had been, Manakah yang Benar? – Mengerti kah kalian antara have been, has been, serta had been mana yang benar? Pasti seluruhnya benar. Cuma saja metode penggunaannya yang berbeda. Postingan kali ini hendak mengulas perbandingan antara have, has serta had been.
Have Been, Has Been, dan Had Been, Manakah yang Benar?
Belajar grammar bahasa Inggris sesungguhnya bukanlah susah. Metode sangat jitu buat memahami grammar merupakan dengan memakainya. Kala kalian telah tau teorinya, jangan kurang ingat terapkan pada kehidupan tiap hari dikala kalian berdialog, menulis ataupun apalagi mendengar perkataan bahasa Inggris dari seseorang native speaker.
Begitu pula dengan have, has serta had been. Tidak susah dalam membedakan mereka.
Buat ketahui penggunaannya, ayo ikuti uraian berikut ini:
Have Been serta Has Been
Have been serta has been bisa digunakan dalam bermacam berbagai suasana. Saat sebelum itu, ayo amati perihal bawah yang butuh kalian tahu:
Jika subjek dari suatu kalimat merupakan I/ You/ We/ They ataupun plural noun hingga pakai have been.
I have been.
The children have been.
The dogs have been.
Jika subjek dari suatu kalimat merupakan He/ She/ It ataupun singular noun serta uncountable noun hingga pakai has been.
She has been.
The cat has been.
The water has been.
1. Pengalaman Liburan
Have serta has been bisa digunakan dikala berdialog tentang pengalaman liburan secara universal tanpa terdapatnya penjelasan waktu yang khusus.
Contoh:
We have been to Spain many times.
I have been to Mexico 3 times.
2. Present Perfect Continous Tense
Sehabis itu, have serta has been dipakai buat membentuk kalimat dalam present perfect continous tense. Tenses ini digunakan dikala membicarakan suatu yang diawali pada masa dulu sekali namun masih berlangsung sampai saat ini.
Contoh:
I have been studying English for 3 years.( Aku telah belajar bahasa Inggris sepanjang 3 tahun serta masih belajar hingga saat ini).
I have been studying English since 2016.( Aku telah belajar bahasa Inggris semenjak tahun 2016, serta hingga dikala ini aku masih belajar).
3. Kalimat Pasif
Terakhir, have serta has been dapat digunakan dalam kalimat pasif.
Contoh:
Your offer has been accepted.
Your parcels have been delivered to a neighbor.
Mistakes have been made.
Had Been
Sama semacam have serta has been, had been juga pula bisa digunakan dalam bermacam suasana. Yang membedakan merupakan, had been spesial buat peristiwa masa dulu sekali. Jadi apapun subjek di dalam suatu kalimat, bila itu membicarakan tentang masa kemudian hingga senantiasa memakai had been.
1. Pengalaman Liburan
Kalian dapat memakai had been kala lagi membicarakan 2 peristiwa pada masa dulu sekali.
Contoh:
When I visited Milan last year, I had never been to Italy before.
Maksudnya: Dikala aku mendatangi Milan tahun kemudian, aku tidak sempat ke Italia lebih dahulu. 2 peristiwa ini terjalin pada tahun kemudian hingga memakai had been ialah langkah yang pas.
2. Present Perfect Continous Tense
Pada tenses ini, had been cuma digunakan kala suatu terjalin di masa dulu sekali saat sebelum sesuatu perihal yang lain terjalin. Tidak hanya itu pula menampilkan peristiwa masa kemudian yang tidak berhubungan dengan masa saat ini.
Contoh:
Josh had been watching Televisi for 3 hours when he stopped to do some housework.
I had been working as a lecture for five years when I quit my job.
We had been together for two years when we broke up.
3. Kalimat Pasif
Bisa jadi kalian hendak tidak sering menciptakan pemakaian had been dalam kalimat pasif. Had been cuma dipakai dikala terdapat 2 peristiwa yang terjalin di masa dulu sekali.
Contoh:
The marketing campaign had just been launched when the agency shut down.
The plane had been waiting for fuel when the pilot noticed a problem.
2 peristiwa tersebut terjalin di masa kemudian. Peristiwa awal memakai had been serta yang kedua mengenakan sederhana past tense.
Itu dia perbandingan serta metode pemakaian have been, has been, serta had been yang benar. Jangan kurang ingat buat terus melatih bahasa Inggrismu ya!
Asking For An Opinion Sudah pernahkah kamu diminta opini oleh seseorang? Atau malah kamu yang bertanya penilaian pada orang lain? Ke-2 aktivitas ini dikatakan sebagai asking dan giving opinion. Kurang lebih bagaimana ya langkah bertanya dan menyatakan opini dengan bahasa Inggris?
Dalam pembicaraan setiap hari, asking dan giving opinion seringkali kita ditemui. Untuk itu wajib untuk kita untuk ketahui kalimat apa yang dapat kita pakai untuk menyatakan dan bertanya opini. Janganlah sampai kebalik karena dua ini berlainan, lho! Yok baca penuturannya berikut ini.
Asking Penilaian
Secara bahasa, asking maknanya minta dan penilaian mempunyai makna penilaian/opini. Jika ke-2 kata itu dikombinasi, asking penilaianon memiliki arti “minta opini” atau “bertanya opini”. Asking penilaian dipakai saat kamu ingin menanyakan atau memerlukan opini dari pihak lain. Ada beberapa langkah untuk bertanya opini dengan bahasa Inggris, yuk baca contoh berikut ini:
What is your penilaian? (Apa opini/penilaian kamu ?)
What is your idea? (Apa idemu ?)
What are your thoughts on …? (Apa pendapatmu mengenai … ?)
What is your point of view? (Apa pojok pandangmu ?)
What/how do you think/reckon about …? (Bagaimana menurutmu berkenaan … ?)
How do you think of my idea? (Bagaimana pendapatmu mengenai ideku ?)
How do you perasaan about …? (Bagaimana hatimu mengenai … ?)
Do you have any idea? (Apa kamu mempunyai gagasan ?)
Do you have penilaian of …? (Apa kamu mempunyai penilaian mengenai … ?)
Asking For An Opinion
Giving Penilaianon
Bila di atas kita belajar berkenaan bertanya opini, saat ini kita akan menyaksikan bagaimanakah cara untuk memberi opini atau giving opinion. Saat sebelum mengungkapkan opini atau gagasan yang berada di pikiranmu, kamu harus tahu bagaimana memulai kalimat yang akurat. Agar seseorang dapat secara mudah pahami pendapatmu. Tulis baik contoh berikut ya!
I think/Personally I think… (Menurutku…/Secara individu, menurutku…)
In my penilaian on/In my humble penilaian…. (Menurut pendapatku…)
From my point of view… (Dari pojok pandangku…)
To/in my mind… (Menurut pikiranku…)
I (strongly) believe (that) … (Saya (benar-benar) yakin (jika …)
As for me, I reckon… (Adapun saya rasa…)
As far as I am concerned … (Sepanjang yang saya kenali…)
Vic: Hi Kev, have you heard about the new bakery toko? (Halo Kev, apa kamu telah dengar mengenai toko roti yang baru ?)
Kev: Yes, I have (Ya, sudah)
Vic: What do you think about it? (Bagaimana menurutmu tentang itu ?)
Kev: Personally, I think the flavor is little bit too sweet (Secara individu, menurutku rasanya cukup terlampau manis)
Vic: Hmm, I disagree with you. (Hmm, saya tidak sepakat denganmu.)
Kev: Then, what is your point of view? (Lalu, bagaimana menurut pandanganmu ?)
Vic: In my penilaian on the cake and bread is delicious. (Dari pojok pandangku, kue dan rotinya enak)
Kev: Fair enough, As far as I am concerned they’re still new so they can still develop. (Cukup adil, Sepengetahuan saya mereka masih baru jadi masih bisa mengalami perkembangan.)
Vic: Yes, I totally agree with you. (Ya, saya benar-benar sepakat denganmu)
Nach, itulah contoh-contoh asking dan giving opinion dengan bahasa Inggris. Saat ini kamu sudah mengetahui langkah bertanya dan memberi opini yang benar dan baik. Janganlah lupa untuk samakan dengan kerangka perbincangan dan musuh bicaramu, ya! Kamu harus juga terus latihan agar bahasa Inggrismu makin lancar.